Di atas rak buku saya ada surat undangan yang sudah basi. Di dalam undangan itu berisi jadwal kegiatan Festival Sastra Kalimantan Selatan yang dilaksanakan 19 Desember 2009 di Taman Budaya Kalsel. Meski sudah lewat (basi), undangan tersebut masih baru bagi saya. Maklum, Empat bulan terakhir ini saya tidak berada di Banjarbaru karena sedang menikmati udara dingin di bawah gunung Merbabu, tepatnya di kota Salatiga. Dengan kata lain, saya tidak bisa menghadiri kegiatan Festival Sastra Kalimantan Selatan (FSKS) tersebut.
Untuk mengobati rasa kecewa saya, dibuatlah tulisan ini. Judulnya pun mengambil salah satu acara di dalam FSKS. Yakni “Mencari Calon Pemimpin Daerah yang Peduli Seni dan Budaya”, sebagai narasumber adalah Noorhalis Majid. Bedanya, dalam tulisan ini sengaja saya pertegas dengan “Pemimpin Daerah Kalsel”.
Acara ini pastilah hebat. Apalagi dilaksanakan dalam 2 hari (19-20 Desember 2009). Melihat jadwal acaranya pun juga berbobot, apalagi menghadirkan DR. Farukh seorang Kritikus Sastra UGM Yogyakarta. Belum lagi sederet narasumber lain yang selama ini tidak diragukan lagi kualitasnya. Yakni; Taufik Arbain M.Si (budayawan dan pengamat politik Universitas Lambung Mangkurat), Radius Ardanias Hadariah, MPA dan Drs. Zulfaisal Putra.
Untuk Apa dan Siapa Festival Sastra Kalimantan Selatan?
Sudah jelas acara ini untuk masyarakat Kalsel secara umum khususnya para penggiat seni dan sastra yang ada di Kalimantan Selatan. Siapa lagi coba? Lantas untuk apa? Mencari jawaban ‘untuk apa’ memang ambigu. Namun setidaknya acara tersebut adalah wujud eksistensi dalam berkesusastraan di Kalsel. Bahwa puisi, cerpen, novel dan esai budaya masih ditulis dan itu semua bukan dalam rentang waktu yang pendek. Yang jelas, jauh sebelum saya lahir- sastra sudah berkembang di Kalsel.
Sambil membolak-balik kertas undangan sebanyak dua halaman tersebut, saya ragu dan menaruh perhatian pada acara “Penyampaian Visi, Misi dan Komitmen terhadap Seni(man) dan Budaya(wan). Dalam undangan tercantum nama-nama calon gubernur Kalsel 2010-2015. Seperti; Drs. H. Rudi Ariffin. Dr. H. Zairullah Azhar dan H. Sjachrani Mataja. Sementara H.M. Rosehan NB, SH didaulat atas nama Ketua Dewan Kesenian Kalsel. Read the rest of this entry »
Pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Banjarbaru yang dilaksanakan di Taman Air Mancur Banjarbaru (12/08/09) meninggalkan kesan muram di kepala saya. Secara garis besar, konsep budaya yang ditawarkan melalui naskah pidato Walikota Banjarbaru yang dibacakan oleh DR Syahriani, Asisten I Tata Praja Setdako Banjarbaru ternyata berbeda dengan pelaksanaan di lapangan. Dalam hal ini selaku pelaksana adalah Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kota Banjarbaru bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kota Banjarbaru.